PUTRAJAYA, Langit News — Masjid Putra, landmark paling famous di Putrajaya, bukan sekadar tempat solat. Kalau masuk sini, siap-siap rasa macam masuk set drama filem sejarah + taman tema + galeri seni sekaligus. Kubah merah jambu dia cantik gila, sampai kalau selfie tanpa filter pun Instagram auto trending. Tapi tahukah anda, setiap inci masjid ni ada cerita tersembunyi yang kalau tak pandai tengok, boleh je tengok macam “Eh, cantik je ni” tapi tak faham maksudnya.

Salah seorang yang biasa bongkar semua rahsia ni ialah Rihaya, pemandu masjid yang pandai bercerita lebih lancar daripada penulis skrip drama TV. Dalam satu temubual, dia kongsi asal-usul nama masjid dan kaitannya dengan Perdana Menteri pertama Malaysia:
“Masjid ini dikenali dengan nama Masjid Putra. Putra itu diambil daripada nama Perdana Menteri yang pertama. Jadi Perdana Menteri itu namanya Abdul Rahman Putra Al-Haj. So Putra itu kalau di translate kan ialah Prince. Yang mulia Abdul Rahman Putra Al-Haj ni dia berketurunan daripada darah diraja. Karena itu namanya ada Putra. Jadi kawasan ini namanya Putrajaya. Dan masjid ini juga mengambil sempena namanya Masjid Putra.”
(“This mosque is known as Putra Mosque. ‘Putra’ is taken from the name of Malaysia’s first Prime Minister. His name was Abdul Rahman Putra Al-Haj. ‘Putra’, when translated, means ‘Prince’. The honorable Abdul Rahman Putra Al-Haj came from royal blood, which is why his name contains the word ‘Putra’. Therefore, this area is called Putrajaya, and the mosque is named after him — Putra Mosque.”)
Bayangkan, masuk je masjid, terus rasa macam masuk zaman diraja. Kalau selfie tanpa crown, tak apa… crown rohani pun boleh.
Menara Berpusing Tapi Tak Buat Mabuk

Setiap inci masjid ni ada maksudnya, termasuk menara. Tapi jangan risau, walaupun menara nampak berpusing, takkan buat anda mabuk.
“Menara itu ada lima tingkat ya kalau kita lihat dari atas betul dia tidak bersusun dia macam berpusing. Jadi itu menggambarkan 5 rukun Islam dan juga 5 solat yang kita kerjakan setiap hari.”
(“The minaret has five levels, and when viewed from above, it does not stack straight but appears to spiral. This symbolizes the Five Pillars of Islam and the five daily prayers.”)
Kalau pandang atas sambil kepala pening, jangan risau — itu bukan sebab ketinggian, tapi simbolik rohani!
Ayat Al-Quran Di Pintu Masuk, Supaya Tak Lupa Solat

Pintu masuk masjid ni bukan hiasan je, tapi siap ada mesej tersirat. Kalau anda datang sambil scroll TikTok, boleh terhenti sekejap dan baca ayat Al-Quran ni:
“Gate masuk utama itu… daripada Surah Al-Jumu’ah ayat ke-9 yang mengatakan jika kamu dengar azan maka tinggalkan jual beli dan masuk untuk solat. Di dalam ini ialah Surah Al-Jumu’ah juga ayat seterusnya ayat 10 yang menyatakan apabila selesai solat kamu maka bertebaran lah di atas muka bumi Allah jangan lupa Allah.”
(“The main entrance gate displays Surah Al-Jumu’ah, verse 9, which instructs believers to leave trade when the call to prayer is heard and proceed to prayer. Inside, the following verse — Surah Al-Jumu’ah, verse 10 — reminds believers to disperse across the land after prayer and to never forget Allah.”)
Jadi kalau anda tengah sibuk selfie, jangan lupa juga… solat dulu, selfie kemudian!
Tiang Payung, Tapi Tak Basah Walaupun Hujan
Salah satu tarikan paling unik: tiang seolah payung terbuka. Macam “umbrella edition” versi masjid.
“Tiang-tiang yang terdapat di sekitar masjid ini seolah-olah tiang yang merupakan seperti payung yang terbuka… di atas setiap tiang itu ada lubang untuk mengumpul air hujan dan air itu akan turun melalui tiang dan terus ke tasik.”
(“The columns around the mosque resemble open umbrellas… at the top of each column is a hole that collects rainwater, which then flows down through the column into the lake.”)

Dan tasik sekeliling masjid pula buatan manusia. Tak payah risau nak bawa pelampung, tapi kalau terjun pun jangan… nanti kena sound!
“Tasik yang ada di sekitar masjid ini ialah tasik buatan manusia, dia bukan natural. Bila dia sudah habis diminum di masjid ini dialirkan balik dengan dua batang sungai… proses itu memakan masa selama 2 bulan. Sekarang kedalaman tasik itu ialah setinggi 15 kaki.”
(“The lake surrounding the mosque is man-made, not natural. Once the water is used in the mosque, it is channeled back via two rivers… the process takes about two months. The lake is now about 15 feet deep.”)
Kalau anda nak test skill survival, jangan… nikmati saja pemandangan sambil pose untuk Instagram.
Hiasan Dalaman Dari Alam, Bukan Dari Pasaraya
Dalam masjid, hiasan adalah floral dan geometrical. Jangan harap ada poster sale atau neon sign, ini serious art.
“Dekorasi yang dipilih untuk masjid ini ialah apa yang ada di sekitar alam semula jadi… hanya yang dari alami bunga-bunga dan juga geometrical design.”
(“The chosen decorations reflect elements found in nature — floral motifs and geometrical designs only.”)

“Stained glass itu… menapis cahaya hanya 40% daripada cahaya itu yang masuk.”
(“The stained glass filters light, letting in only 40% of it.”)
“Geometrical itu simbol seperti keberadaan Tuhan tidak ada mula dan tidak ada akhir… pattern itu can be duplicated endlessly.”
(“Geometrical patterns symbolize God’s existence — with no beginning and no end — because these patterns can be repeated endlessly.”)
“Floral pula… mengingatkan kita kepada alam dan betapa jarangnya kita bersyukur.”
(“The floral patterns remind us of nature and how rarely we reflect on it or express gratitude.”)
Dan pintu masjid ni… siap ada inspirasi dari kacang bendi! Jadi kalau nampak orang termenung dekat pintu, jangan pelik.

“Pintu ini sebenarnya merupakan kacang bendi dipotong… jadi design itu dibuat bentuk pintu.”
(“This door is actually inspired by the shape of sliced okra. That is where the door design comes from.”)
Masjid Putra memang bukan sekadar tempat solat, tapi tempat belajar sejarah sambil gelak-gelak, selfie cantik, dan fikir tentang alam semula jadi. Kalau datang sini, jangan lupa tengok setiap sudut — siapa tahu boleh dapat ilmu sambil tergelak sakan!
